Tinggalkan komentar

Bertahan Dalam Persaingan Global

Lebih dari 1000 tahun yang lalu, Sun Tzu seorang ahli strategi peperangan dari China mengatakan bahwa “pertahanan yang paling baik adalah menyerang. Dalam dunia perdagangan internasional saat ini terjadi persaingan yang amat bebas, yang dapat disamakan dengan sebuah peperangan.Terbentuknya kawasan perdagangan bebas (Free Trade Area), adalah suatu hal yang tidak dapat di elakkan lagi.Tahun 2010 ini telah terbentuk kawasan perdagangan bebas antara negara ASEAN dengan CHINA, tahun tahun mendatang kawasan perdagangan bebas dengan India, Jepang, Australia dan dengan negara negara lain akan segera terbentuk.

Kawasan perdagangan bebas mengharuskan dibebaskannya bea masuk impor dari negara-negara anggotanya. Produk dari negara-negara asing dengan mudah akan masuk ke pasar Indonesia, begitu juga produk Indonesia akan masuk dengan mudah ke negara-negara asing. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa para pengusaha Indonesia dipaksa berperang melawan para pengusaha asing. Tentunya kita semua berharap bahwa para pengusaha kita mampu memenangkan peperangan ini.

Berpegang pada ajaran Sun Tzu di atas, untuk memenangkan peperangan, para entrepreneur Indonesia harus berani aktif melakukan penyerangan terlebih dahulu, aktif membuka lahan dan mengembangkan pasar ekspor. Tulisan ini dibuat dengan tujuan agar para entrepeneur Indonesia mempunyai bekal pengetahuan yang memadai sebelum terjun didalam peperangan di pasar internasional. Disamping itu juga berisi tentang berbagai informasi yang harus diketahui oleh para eksporter atau para entrepreneur yang akan merintis usaha di bidang ekspor.

Memang ada beberapa orang yang berpendapat bahwa belajar ekspor dapat dilakukan sambil jalan (learning by doing). Namun dapat ditanyakan kepada pelaku ekspor yang telah melakukan leraning by doing atau istilah lainnya try and error . Sewaktu belajar sambil jalan tersebut berapa kali orang itu melakukan kesalahan yang mungkin diantaranya berakibat fatal? Berapa banyak kerugian yang di timbulkan karena kesalahan-kesalahan itu? Berapa kali ia harus kehilangan peluang yang seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai sarana sukses?.

Budhi Wibowo & Adi Kusrianto (“Masuk Pasar Expor, Siapa takut?”)-Elex Media Komputindo 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: