Tinggalkan komentar

Macam-macam Komunikasi (part 1)

1. KOMUNIKASI VERBAL ATAU LISAN

Dimana pada komunikasi ini dipergunakan pengucapan maupun bunyi-bunyian serta telinga (pendengaran) sebagai sensasi dengar.

Bahasa Lisan

Contoh:  Bahasa Daerah, bahasa Indonesia, bahasa Prokem, bahasa Gaul, dsb

Penggunaan bahasa yang tepat sangat penting berkaitan dengan dunia periklanan,. Misalnya iklan dengan sasaran kaum remaja tentunya menggunakan ungkapan-ungkapan yang dapat diterima mereka.

Auditory /Voice

Adalah yang menyangkut bunyi-bunyian atau suara dan sebagainya

Contoh: Pada musik kita mengenal Musik Duka Cita yang membawakan “pesan” suasana duka, Musik Pernikahan membawakan “pesan” khidmatnya suatu upacara pernikahan yang dianggap sakral, dll.

Selain itu kita juga mengenal kumunikasi suara dari bunyi Jingle, Siulan, Bedug Masjid, Lonceng Gereja, Mie Tek-tek, Es Ting-ting, dsb.

2. KOMUNIKASI NONVERBAL YANG MERUJUK PADA TULISAN

Contoh: surat, majalah, koran, dst. (komunikasi yang disampaikan secara visual lewat tulisan). Komunikasi non Verbal merupakan bagian dari Komunikasi Visual. Anda akan mempelajari hal ini melalui uraian yang memuat tentang Typography. Seorang ahli mengatakan bahwa Typografi merupakan visualisasi dari kata-kata.

3. KOMUNIKASI TACTUAL

Komunikasi tactual mempergunakan kulit  sebagai sensasi rabaan. Sebagai contoh huruf Braile bagi kaum tuna netra, brosur atau sampel yang memberikan contoh tekstur kertas, tekstil maupun keramik. Ibu-ibu yang hendak membeli alat parutan kelapa selalu mencoba untuk meraba permukaan parut untuk mengetahui apakah cukup tajam. Demikian juga bila Anda hendak membeli pisau yang nampak mengkilat tajam, Anda belum merasa yakin sebelum meraba permukaannya untuk mengetahui seberapa tajam. Bila hendak membeli handuk, Anda tidak cukup puas dengan melihat warnanya yang sejuk serta motifnya yang menarik sebelum meremas handuk tersebut guna mengetahui seberapa lembut barang itu. Dan masih banyak contoh lain.

4. KOMUNIKASI OLFACTORAL ATAU GUSTATORY

Komunikasi ini mempergunakan hidung  sebagai sensasi penciuman.

Contohnya polisi yang memanfaatkan anjing sebagai pelacak. Tester atau Sample pada produk minyak wangi, berguna untuk menarik calon pembeli setelah mencium baunya. Ada pula orang yang ahli yang mampu mendiagnosis suatu penyakit dengan mencium bau kaki pasien. Ahli meracik tembakau menggunakan penciumannya untuk membuat resep campuran suatu rokok kretek. 

Aroma Theraphy merupakan suatu konsep yang belakangan ini sedang trendy, dimana lewat sensasi penciuman, manusia bisa merasa lebih ‘rileks’, sehingga mampu menyembuhkan sakit kepala maupun stress dengan memanfaatkan aroma wangi-wangian tertentu.

Contoh lain dalam pemanfaatan:

  • Pada sebuah iklan televisi diperlihatkan suatu keluarga sedang melakukan acara mencari jejak dihutan. Tiba-tiba seorang anak keluar dari kelompoknya sambil mengendus-endus, sampai akhirnya ia menemukan tantenya bersembunyi yang ia kenali karena bau bajunya yang dicuci dengan suatu produk pengharum dan pelemas cucian merk tertentu. Pada contoh ini bau spesifik merupakan suatu informasi yang mengingatkan pada suatu produk atau barang tertentu.
  • Sebuah gerai terkenal menggunakan suatu pengharum ruangan tertentu yang dipakai pada setiap outlet/ cabangnya di seluruh dunia sebagai ciri khas yang diyakini setiap pengunjungnya merasa nyaman berada disana. Ketika seseorang ditutup matanya dan dibawa masuk ke gerai itu ia langsung dapat mengingat, tempat apa ini.

Selengkapnya baca di:

“Pengantar Desain Komunikasi Visual” – Adi Kusrianto – Penerbit Andi 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: