Tinggalkan komentar

Readability and legibility

Aksara teks dituntut untuk memiliki legibility atau kejelasan dan sifat readability alias keterbacaan.  Legibility atau kejelasan suatu aksara berarti tingkat seberapa mudah orang mengenali aksara-aksara yang ada pada suatu typeface. Di dalam tipografi faktor legibility merupakan bobot kualitas dari desain aksara tersebut. Sifat ini meliputi tampilan bentuk fisik masing-masing karakter. Sementara readability adalah kemudahan dibaca atau lebih enak disebut keterbacaan, adalah tingkatan seberapa mudah rangkaian aksara itu dibaca.

Kejelasan, memiliki tingkatan yang lebih mutlak. Artinya, jika suatu typeface dikatakan legible atau jelas, maka ia pasti  jelas dibaca pada ukuran berapapun.

  Contoh Kejelasan Aksara

Gbr. 3 – 1 : Masing-masing aksara memiliki tingkat kejelasan untuk dibaca

 Keterbacaan ternyata memiliki urutan kedua. Sebuah typeface yang memiliki keterbacaan yang baik, sebelumnya ia harus memiliki kejelasan yang baik dulu. Selanjutnya, typeface itu memiliki keterbacaan paling baik jika ditampilkan pada kondisi yang tertentu. Sebagai contoh typeface ITC Garamond Book Condensed memiliki keterbacaan yang paling baik pada ukuran 12 point dan pada leading 13 point. Aksara-aksaranya akan lebih sulit dibaca jika disajikan pada ukuran 9 point, apalagi dengan leading kurang dari 110%. Sementara font lain memiliki kondisi yang berbeda.

“Pengantar Tipografi untuk pemakai CorelDRAW, InDesign, Illustrator, Photoshop dll” – Adi Kusrianto – Elex Media Komputindo 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: