1 Komentar

Nasi Sate Klopo Rp 5000 per porsi di tahun 2011

Subhanallah. Di Surabaya, pada bulan Pebruari tahun2011 kita masih bisa menikmati sepiring nasi hangat lengkap dengan 10 tusuk sate klopo (sate daging sapi yang berbalut klapa) yang masih mengepul sedap dan gurih dengan harga hanya 5 ribu rupiah.
Tentu saja setelah melahap porsi itu perut menjadi kenyang dan dilengkapi rasa puas yang khas dari orang yang selesai bersantap. Setelah mengalami gejala kepuasan semacam itu sulit untuk membedakan yang baru masuk perut tadi porsi makanan yang berharga Rp 25 ribu atau hanya Rp. 5 ribu. Memang kalau didetailkan, sate klopo yang baru saya santap di pojok pertigaan Jalan Raden Saleh dengan Jalan Stasiun Pasar Turi itu berbahan daging sapi kwalitas rendahan (tapi fresh, bukan seperti kasus ayam goreng berbahan daging beku expired). Jika isi satu tusuk ada 4 kerat, maka 1 sampai 2 kerat diantaranya dipastikan berbahan gajih alias lemak sapi, sedangkan 2 sampai 3 kerat lainnya terdiri dari sesetan daging sapi bagian pinggir yang juga biasa dipakai sebagai rawonan. 1 sampai 2 kerat gajih itu berfungsi untuk menimbulkan rasa gurih serta efek mengempukkan sate ketika sedang panas manget-manget. (Sebaiknya nggak usah tanya bagaimana kalau sudah dingin, atau bagaimana kalau kita beli dibungkus dibawa pulang dan baru disantap 2 jam kemudian…whalah..whalah).
Terlepas saya langsung dapat warning dari anak saya, “bapak nggak boleh sering-sering makan yang beginian, karena kolesterolnya bisa tidak terkontrol….”, tapi saya sebagai pengamat (apa tepatnya penikmat kalee) kuliner merasa bersyukur bahwa disela-sela kehidupan kota besar yang serba mahal ini kita masih bisa makan “enak” dan mengenyangkan dengan biaya murah.
Penyelidikan terus berlanjut, bahwa disekitar lokasi itu ada 3 penjaja sate klopo. Satu berjualan disekitar halaman Stasiun Pasar Turi. Tempat mangkalnya ber pindah-pindah. Kadang pagi-pagi melayani karyawan bagian ekspedisi muatan kereta api di pintu selatan. Tapi saat pintu itu tertutup kadang bisa kita temui di pintu keluar bagian utara. Tapi nanyanya jangan seperti editor saya “tepatnya dimana pak, supaya pembaca tidak bingung”. Wah belum tahu enaknya orang bingung ya… Nah lokasi penjual sate klopo yang ketiga pas di depan (seberang jalan) pintu keluar dari kompleks Stasiun pasar Turi. Jika yang kedua disebut tadi penjualnya buk alias ibu-ibu Madura, maka tretan (kawan dlm bhs Madura) kita yang ketiga ini seorang pria.
Kalau mau berburu kesini perginya sekitar jam 8 pagi. Sate habis sekitar jam 10 sampai jam 11.

Update :
Pada tanggal 11 Januari 2012 saya kembali ke Stasiun Pasar Turi mengantar Nyonya yang mau ke Jakarta pakai Argo Anggrek Pagi.
Masih ada kesempatan sarapan daripada makan sajian restorasi KAI yang menyeramkan. Akhirnya mencoba Sate Klopo yang lokasinya di parkiran Taxi Bosowa. Ternyata disini tidak jauh berbeda dengan yang lokasinya di pertigaan Jl. Raden Saleh. Satenya sedap dan empuk, gurih, nasinya hangat. Nasi plus 5 tusuk sate klopo hanya rp 5 ribu, kalau satenya 10 malah hanya Rp 9 ribu. Nasinya cukup banyak, maklum porsinya bapak-bapak sopir.
Silahkan coba. Lokasinya pintu masuk parkir sebelum monumen kereta api belok kiri, nah pas disitulah Buk Sate ini mangkal.
(Adi Kusrianto)
penulis “Jalan-Jalan Surabaya, Enaknya Ke mana?”
(Adi Kusrianto)Sate Klopo

One comment on “Nasi Sate Klopo Rp 5000 per porsi di tahun 2011

  1. wah boleh juga pak
    nanti saya coba ah kalo pulang kampung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: