Tinggalkan komentar

Talkshow Batik di SMARTFM SURABAYA

BATIK KLASIK DAN BATIK MODERN
Kita sering mendengar istilah Batik Klasik dan Batik Modern. Sebetulnya apakah yang disebut Batik Klasik, maksudnya batik-batik yang mana yang bisa disebut batik klasik itu. Lalu batik modern ini yang cirinya bagaimana ?
Batik Klasik (ini kalau menurut Pak Hamzuri, dari direktorat permuseuman), adalah batik yang klasik dalam cara pembuatannya maupun klasik dalam hal motif batiknya. Nah, kalau uraian ini masih terlalu abstrak, kita bisa mengacu pada uraian Ibu Sri Sudewi Samsi dari Balai Besar penelitian dan pengembangan Kerajinan dan Batik. Batik klasik itu secara garis besar terdiri dari Batik dengan Ragam Hias Geometris dan Non Geometris.
Batik Klasik Geometris diantaranya:
1. Kelopok Ceplok.
2. Kelompok kawung.
3. Kelompok Parang atau Lereng.
4. Kelompok Nitik.
Batik Klasik Non Geometris diantaranya:
1. Kelompok Lung-lungan
2. Kelompok Semen
3. Kelompok Pagersari
4. Kelompok wayang
Masing-masing motif itu memiliki ciri dan kandungan ornamen tertentu yang khas, yang terdiri dari motif utama (dengan nama-nama tertentu), motif seling serta motif isen-isen yang semuanya memiliki bentuk dan nama tertentu.
Ciri lain dari batik motif klasik, rata-rata mengandung falsafah tertentu pada ragam hiasnya maupun pada keseluruhan motif. Motif klasik juga biasanya memiliki kegunaan tertentu, dipakai pada even-even tertentu sehingga memiliki tatanan dan etika didalam memakai. Batik klasik muncul dari daerah sekitar keraton atau dalam bahasa Belanda disebut Vorstenlanden. Batik klasik memiliki sifat introvert, dari orang dalam kalangan untuk orang dalam kalangan.
Sedangkan Batik Modern, adalah batik yang muncul di wilayah pesisiran. Awalnya dari Pekalongan, Cirebon kemudian menyebar ke Juwana, Lasem, Tuban, Semarang, Tegal, juga ke Tanjung Bumi Bangkalan. Disebut batik modern, karena batik-batik ini menerima pengaruh dari berbagai bangsa pendatang, baik dari Tiongkok, Arab, India maupun Eropa. Ragam hiasnya tidak melulu berasal dari unsur ornamen lokal, tetapi ornamen dari berbagai bangsa pendatang itu. Yang paling dominan hingga saat ini adalah ornamen dari Tiongkok, India dan Eropa.
Kalau Batik Klasik sifatnya Introvert, maka Batik Modern sifatnya Extrovert, terbuka dengan pengaruh dari luar.
Oleh karenanya dalam perkembangan batik, kita mengenal batik Belanda yang dikembangkan pengusaha-pengusaha batik keturunan Belanda, batik Encim, yang dikembangkan oleh pembatik-pembatik keturunan Tiongha, batik Jawa Hokokai, batik yang berkembang dan mendapat pengaruh selera budaya orang Jepang yang menguasai Indonesia pada periode tahun 1942 hingga 1945. Setelah periode itu kita mengenal Batik Indonesia Baru yang dipelopori Go Tik Swan Panembahan Harjonagoro, Ibu Sud dan Iwan Tirta.
• Dengan uraian tadi apakah berarti batik klasik sudah tidak bisa berkembang lagi ?
Bisa, justru generasi kita ini yang seharusnya lebih hebat mengembangkan batik klasik agar menjadi Neo Klasik.
• Bagaimana bedanya batik Klasik dengan Neo Klasik ?
Arti Batik Klasik tadi sudah saya singgung batasannya, yaitu memiliki kelompok motif dan Ragam Hias tertentu. Untuk mencipta jenis klasik yang baru dalam hal teknisnya kita bisa menyempurnakan dengan teknik membatik yang lebih modern dan efektif, dengan bahan-bahan yang sesuai perkembangan jaman baik bahan kainnya maupun bahan pewarnanya. Dari segi motif ornamen-ornamen klasik dapat dikombinasikan dengan beberapa ornamen baru, dan terlebih warnanya. Jika batik klasik dominan pada warna coklat soga, hitam, biru tua dan putih, maka batik Neo Klasik bisa menggunakan warna apa saja.
Batik-batik karya Go Tik Swan sangat mempesona karena membuat batik motif klasik dengan batikan yang sangat rapi, menyempurnakan karya-karya pendahulunya dan membuat komposisi warna yang fantastis, sehingga karya-karya neo klasik dari Go Tik Swan yang mendapatkan gelar Kanjeng Raden Tumenggung kemudian meningkat menjadi Penembahan Harjonagoro ini dikenal sebagai batik 3 dimensi, karena komposisi warnanya membentuk ruang kedalaman pada batik-batik karyanya.
(Adi Kusrianto)
Penulis buku KEEKSOTISAN BATIK JAWA TIMUR (2011 – ELEX MEDIA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: