Tinggalkan komentar

Komunikasi Bisnis di era teknologi Online.

Pada zaman kita ini, ada anekdot mengenai apa definisi manusia primitif dan daerah tertinggal. Manusia primitif adalah manusia yang tidak punya kartu nama, tidak punya nomor HP dan alamat e-mail. Orang semacam ini sulit diharapkan bisa diajak berkomunikasi secara realtime sebagaimana tuntutan jaman modern.
Sedangkan kriteria daerah tertinggal adalah daerah yang tidak ada sinyal telepon apalagi kabel telepon dari Telkom, sehingga orang didaerah ini sulit dijengkau untuk berkomunikasi via perangkat telepon maupun internet.

Karena Anda disitu, maka Anda Ada.
Didalam bisnis seseorang memiliki fungsi dan posisi masing-masing. Mulai dewan komisaris hingga operator maupun OB dibutuhkan keberadaannya. Ia harus exsist, harus ada, harus berfungsi. Oleh karenanya sekali lagi ia harus ada pada saat dibutuhkan. Kecuali Anda adalah seorang agen rahasia yang ditugaskan pada misi rahasia dimana tidak boleh sorangpun tahu keberadaan Anda. Itupun pemegang komando masih memiliki kontak dengan si agen rahasia. Apalagi kalau hanya sekedar agen air mineral dan gas, agen rokok, maupun agen sembako. Anda harus ada, harus siap dihubungi. Kalau pelanggan butuh air mineral dan menelpun tetapi orangnya tidak eksist (tidak ada) maka pembeli tidak jadi beli di agen tersebut. Ia akan menelpun agen yang lain.
Pada saat ruang audiensi proyektornya tidak bisa nyala, maka petugas yang hendak menyampaikan presentasi akan mencari OB yang biasa bertugas merawat peralatan multimedia. Jika sang OB tidak ada maka hal ini akan menyulitkan sang presenter yang siap memberi pelatihan.
Oleh karenanya, sekecil apapun jabatan atau fungsi Anda, maka Anda harus eksist. Jika tidak, untuk apa Anda disitu?

Realtime Online
Seorang teman saya, Pak Agoes Junaedi mengingatkan saya, kalau Bapak melakukan bisnis dengan dunia internasional, maka harus siap menyalakan alat komunikasi selama 24 jam. Boleh jadi saat kita istirahat tidur tengah malam, klien kita menghubungi untuk suatu informasi penting karena saat itu klien atau costumer kita dibelahan dunia yang lain justru sedang jam kerja mereka.
Memang benar kata teman saya itu. Disaat saya masih menjalin bisnis dengan customer dari Nigeria, Togo maupun Benin yang terletak di Afrika sebelah utara, maka mereka sering menghubungi saya pada jam 23.00 seraya menyapa “Good afternoon Mr. Adi, how are you to day?”. Demikian juga para trader di Dubai, mereka justru banyak yang membicarakan bisnis selepas waktu sholat Ashar, disaat matahari sudah tergelincir ke barat dan suhu udara diluaran sudah mulai tidak terlalu panas. Mereka biasa melakukan deal bisnis hingga jam 23.00 waktu setempat, dimana saat di Indonesia sudah menjelang subuh.
Sebaliknya, saat itu jam 1 siang di Surabaya, gara-gara menerima LC dengan Latest Shipment Date yang sangat mepet, maka saya segera saja menyambar telepon untuk menghubungi customer yang ada di Montreal Canada agar cepat-cepat meng amend LC yang keliru. Setelah telepon berdering beberapa kali dari ujung sana terdengan customer saya dengan suara yang aneh, “This is not the right time for calling Mar. Adi. Do you know what time is it in Montreal ?.”
Sebagai seorang trader kita harus rela menerima kontak dari costumer kita kapan saja, tetapi tidak begitu pula sebaliknya. Jika kita akan menghubungi mereka harus memperhitungkan jam berapa disana? Apakah jam layak untuk menghubungi lewat telepon?.
Memang benar, kita harus eksist dan siap dihubungi oleh rekan bisnis kita. Bukan hanya sekedar bisa dihubungi, tetapi selayaknya kita juga mengetahui etika berhubungan dengan orang lain. Dengan rekan bisnis kita, apakah ia rekan sekerja, atasan maupun customer perusahaan kita.

Cobalah renungkan.
Apakah jika ada orang mengajak Anda berbicara Anda diam saja? Tidak menyahut?
Bagaimanakah perasaan Anda jika mengajak bicara orang lain, tetapi lawan bicara Anda diam saja tidak menyahut?
Apakah jika Anda menerima SMS dari rekan atau customer yang menanyakan sesuatu kepada Anda akan diam saja tidak membalas SMSnya. Demikian juga jika Anda menerima E-mail, bagaimanakah perasaan Anda jika e-mail Anda yang memerlukan konfirmasi dari lawan komunikasi Anda ternyata tidak kunjung dijawab.
Tentu saja berbeda jika SMS maupun E-mail yang diterima adalah Spam alias sampah. Tentu tidak perlu dibahas. Masih banyak orang modern dijaman kita ini ternyata perilakunya masih primitif. Istilah gaptek mungkin bukan hanya tepat ditujukan kepada orang yang tidak bisa mengoperasikan gadget mutakhir, tetapi juga yang tidak bisa melakukan komunikasi dengan etika yang memadai.
Untuk itulah saya saat ini sedang menyusun sebuah buku yang berjudul Komunikasi Bisnis di era teknologi Online.
(Adi Kusrianto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: