Tinggalkan komentar

MENGENAL IKLAN SEBAGAI PUBLIKASI VISUAL

Iklan pada media cetak adalah salah satu bagian dari komunikasi visual (komunikasi melalui mata). Publikasi visual adalah komunikasi dengan publik yang dilakukan menggunakan bahasa visual, dimana unsur dasar bahasa visual yang menjadi kekuatan dalam penyampaian pesan. Adalah segala sesuatu yang dapat dilihat dan dipakai untuk menyampaikan arti, makna atau maksut suatu pesan. Metodeloginya merupakan proses kreatif melibatkan banyak elemen dan pengetahuan akan apa isi pesan dan siapa publik yang akan dijadikan sasaran.

1-1 iklan

Gbr. 1 – 1 : (Kiri) iklan yang ditujukan kepada audience tertentu karena unsur dasar visual bertumpu pada teks menggunakan huruf tertentu yang hanya orang tertentu pula yang bisa menerima pesannya, sedangkan (Kanan) adalah iklan dengan unsur dasar visual berupa gambar dan teks latin sebagai penyampai pesan.

Namun tanpa mengerti teks dan bahasanyapun audience tetap bisa menangkap pesan yang dimaksud dalam iklan. Menetapkan tujuan dalam membuat iklan Mengiklankan suatu produk memiliki tahapan tersendiri, sebagaimana langkah-langkah yang di pilih oleh pengiklan didalam memasukkan produknya ke pasar. 1. Iklan Informatif Sebagai contoh apabila hendak mengiklankan sebuah produk baru, maka tahapan ini akan diawali dengan tahap pengenalan. Pada tahap ini pengiklan membentuk permintaan dengan menginformasikan kepada konsumen tentang adanya produk baru itu, menyarankan kegunaan produk itu, mengingatkan bahwa kebutuhan konsumen akan terpenuhi, permasalahannya akan teratasi bila menggunakan produk itu.

1-2 iklan

Gbr. 1 – 2 : Iklan yang bersifat informatif Selain mengenalkan produk baru, iklan yang bersifat informatif juga dipergunakan untuk mengkoreksi kesan yang salah yang muncul dipasaran.

Seperti misalnya ketika image bumbu masak Ajinomoto yang terpuruk dipasaran karena isue kandungan tidak halal bisa dibangkitkan kembali dengan iklan-iklan pembentuk citra, sehingga dengan demikian kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut kembali menguat. 2. Iklan bersifat Persuasif Iklan pada tahap atau jenis ini sangat tepat dipergunakan untuk membentuk permintaan yang selektif suatu produk tertentu. Iklan ini dilakukan pada tahap kompetitif dengan membentuk citra merk untuk suatu keunggulan tertentu, mengubah persepsi konsumen tentang atribut suatu produk, membujuk pembeli untuk mengubah pilihan ke merk ini, dan sabagainya.

1-3

Gbr. 1 – 3 : Iklan persuasif, diantara sekian banyak produk vitamin C.

3. Iklan yang berfungsi mengingatkan Iklan jenis ini biasanya dipergunakan oleh produk yang mapan, telah relatif dikenal pasar. Namun mengingat dipasaran begitu banyak pesaing, maka sekalipun produk sudah dikenal namun ketika saatnya membeli bisa saja konsumen akhirnya menjatuhkan pilihan untuk produk lain hanya karena saat itu ia baru saja terpengaruh oleh iklan produk lain yang kedengarannya lebih menarik.

1-4 Iklan

Gbr. 1 – 4 : Iklan yang berfungsi mengingatkan, karena semua orang sudah mengenal permen Foxs.

Oleh karenanya, setelah berhasil membentuk suatu persepsi di pikiran konsumen, ia harus terus menerus di ingatkan bahwa produk yang penting untuk dibeli adalah produk merk ini. Persepsi ini harus di masukkan kepada semua anggota keluarga agar pada saat akan membelanjakan uangnya akhirnya sepakat untuk memilih produk tersebut. Persepsi pribadi masing-masing anggota keluarga kadang amat menentukan produk merk apa yang dibeli. Tidak jarang disuatu keluarga menggunakan beberapa macam merk tapal gigi, beberapa merk sabun mandi. Atau lebih-lebih pada pilihan yang sifatnya pribadi, misalnya parfum, minyak rambut dsb. Sementara produk yang pilihannya ditentukan oleh ibu adalah merk kecap, bumbu masak, sabun pencuci pakaian, pembersih lantai dsb. 4. Iklan yang berfungsi untuk memberi nilai tambah Pada iklan yang efektif akan menyebabkan suatu brand dipandang lebih elegan, lebih bergengsi, lebih prestisius, lebih membanggakan dan mungkin super dalam persaingan.

1-5 iklan

Gbr. 1 – 5 : Semua orang tahu bahwa CDR bukan bahan pembuat puding, tetapi iklan ini berusaha mendekatkan usaha hidup sehat dengan makan makanan sehat dan minum CDR

Lihatlah, dikalangan pekerja grafis, memiliki sebuah laptop dengan merk Apple merupakan suatu kebanggaan yang nilainya melebihi fungsi alat itu sendiri. Jika menggunakan komputer rakitan buatan siswa SMK dengan merk Patriot seseorang bisa menghasilkan sebuah karya grafis yang memenangkan sebuah lomba cipta Poster Anti Korupsi tingkat propinsi, sementara yang lain menggunakan laptop Apple tidak. Bagaimana mempersepsi bahwa pengguna Apple tetap lebih baik dan pilihan para jawara. Membangkitkan pemikiran bahwa “The gun is still most important than the man behind”, walaupun ini berat tapi justru inilah tugas pembuat iklan, sang pencipta image.

1-6 iklan

Gbr. 1 – 6 : Iklan pelayanan masyarakat yang mendidik (dari Majalah Femina).

5. Iklan yang berfungsi mendidik Iklan seperti ini umumnya merupakan iklan layanan masyarakat. Namun bagi perusahaan-perusahaan besar, mendidik masyarakat adalah bagian dari persuasi dalam menciptakan pembeli baru, yaitu “mendidik” masyarakat agar mengkonsumsi produk yang diiklankan.. Bila iklan layanan masyarakat mendidik khalayak agar bertindak tidak boros dalam menggunakan energi listrik, agar berlaku bersih dalam rangka menghindarkan diri dari menyebarnya wabah demam berdarah, agar teliti ketika menerima uang kertas sehubungan banyak beredarnya uang kertas palsu. Iklan komersial yang bertujuan merayu dan mendidik masyarakat agar lebih mencintai kebersihan dengan kampanye cuci tangan dengan sabun. Iklan ini harus dirancang dengan bijak, sebab jika tidak, salah-salah hasilnya akan menjadi bias, karena penerima pesan (penonton/ pembaca) bukan membeli produk sang pengiklan tetapi ia akan menggunakan sabun merk lain ketika cuci tangan. Untuk itu iklan pendidikan seperti ini harus diimbangi dengan iklan yang menginformasikan kelebihan produk sang pengiklan misalnya sebagai sabun yang mampu membersihkan kuman lebih banyak dibanding sabun merk lain. Alasan Yang Lebih Spesifik Mengapa Beriklan Selain ke lima tujuan diatas, secara terperinci ada alasan-alasan yang lebih spesifik yang menjadikan pertimbangan mengapa seseorang atau suatu lembaga membuat iklan. Alasan-alasan tersebut adalah: 1. Untuk memperkenalkan secara khusus suatu produk, even maupun jasa. 2. Untuk membangun suatu image tentang kebutuhan konsumen akan daya guna suatu produk baru kepada konsumen. 3. Untuk melebarkan daerah maupun potensi pasar suatu produk yang sudah ada. 4. Untuk meningkatkan kembali suatu permintaan pasar yang terasa ada kecenderungan menurun. 5. Untuk merebut kembali pasar yang dikalahkan oleh pesaing. 6. Mempertahankan loyalitas konsumen. 7. Untuk mengatasi sikap konsumen yang apatis. 8. Untuk meningkatkan kwantitas pembelian oleh konsumen 9. Membukakan pintu bagi armada penjualan yang mulai masuk ke pasar. 10. Untuk menjaga stabilitas besarnya kwantitas penjualan yang berarti juga untuk menjaga stabilitas jumlah produksi. 11. Bila nama produsen lebih populer dari nama produk (baru) maka sebuah iklan berfungsi mengangkat nama produk dari nama produsennya. (Contoh, …satu lagi dari Mayora..) ***

Sumber:1-Layout Iklan CorelDRAW

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: