Tinggalkan komentar

Sarung Tenun Indonesia, Pusaka Warisan Budaya Bangsa

Membahas tentang sarung, ternyata akan membuka wawasan kita bahwa sarung tidak terbatas pada kontek sebagaimana yang kita kenal sehari-hari sebagai busana khas yang biasa digunakan umat muslim Indonesia baik untuk sarana beribadah di masjid maupun sebagai pakaian keseharian.

Bangsa Indonesia yang menyebar dari Sabang hingga Meraoke, baik pria maupun wanita sejak dahulu kala memiliki tradisi berbusana dengan memanfaatkan kain sebagai busana bawahan. Kain tersebut dibuat dengan bahan, teknik menenun dan motif-motif sesuai tradisi budaya yang berragam. Cara mengenakan kain tersebut sebagai busana bawahan itulah yang secara umum disebut sebagai sarung. Jika di Jawa, orang mengenal bedanya kain panjang sebagai sinjang, jarit dan sarung. Maka di daerah lain di bumi Nusantara ini istilah sarung juga dikenal sebagai salah satu cara mengenakan kain bawah baik untuk pria maupun wanita.

Kita, bangsa Indonesia tidak bisa mengklaim sarung sebagai budaya yang berasal dan menjadi milik bangsa Indonesia. Tetapi bangsa Indonesia memiliki sarung khas yang dapat kita klaim dan kita akui sebagai milik bangsa Indonesia, yakni apa yang dalam buku ini saya sebut sebagai “sarung Indonesia”. Masing-masing wilayah dalam NKRI memiliki ciri tersendiri dalam hal sarung tenun. Begitu berragamnya sehingga kita sering merasa tidak yakin, apakah produk budaya itu dapat kita sebut dan kita kelompokkan kedalam “Sarung Tenun Indonesia”?

Buku yang akan terbit dan beredar awal Juni 2015 ini menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Di sponsori rajanya sarung Indonesia “Sarung Gajah Duduk”.

Book Cover 002desain cover ini masih bersifat tentatif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: