Tinggalkan komentar

Menuliskan apa yang kita tahu

Dalam kehidupan kita ini, telah tersedia begitu banyak hal untuk ditulis (kembali). Hal-hal yang terjadi di masa lalu, catatan yang telah pernah dibuat, artikel, cerita yang pernah dituturkan, apa yang pernah diajarkan guru kita, nasihat orang tua, pengalaman teman, buku-buku yang pernah ditulis orang sebelumnya. Posting yang dibuat orang diseluruh belahan dunia.

Tidak semua orang pernah mendengar maupun membacanya.

Padahal banyak hal yang ingin diketahui orang.

Bahkan untuk hal (yang terlihat) sepele, seperti “mengapa nama negara kita ini Indonesia?”, dari mana asal usul nama Indonesia?.

Hampir semua orang tahu tentang dongeng 1001 malam. Tetapi banyak yang tidak tahu siapa putri Sheherazade.

Kadang bahkan seringkali penulis yang cerdas adalah mereka yang pandai menyajikan kembali data terserak menjadi sebuah sajian informasi yang sangat berharga.

Seorang penulis sekaligus editor dari penerbitan ternama pernah bertutur ketika kami ngobrol dalam sebuah perjalanan. Dia bilang:

Batu kali, pasir, bata, semen. Itu adalah material yang disebut bahan bangunan.

Ketika telah menjadi sebuah tembok, maka ia bukan lagi bernama semen, bata, pasir maupun batu kali.

Seorang tukang bangunan yang pandailah, yang mampu menyusun batu kali dan material lainnya menjadi tembok. Bahkan ketika tembok telah dilapisi keramik atau plamir dan cat tembok, atau bahkan wallpaper maka ia tidak lagi kelihatan sebagai tembok.

Dapatkah Anda mengumpulkan batu-batu kali, pasir-pasir, batu-batu bata dan semen yang terserak didalam ingatanmu, di buku-buku koleksimu, diperpustakaan terdekatmu, bahkan perpustakaan nasional di jalan Mantraman. Terserak di dunia internet, di buku-buku elektronik (e-book), klipping koran lama, buku pelajaran anakmu, adikmu.

Saya terkesan dengan pesan Pak Ciputra tentang sampah yang diubah menjadi emas. Bukankah data yang terserak itu tidak lebih dari sampah. Tetapi jika kita pandai mengumpulkan, menyusun, lalu menyajikan dengan baik, ia akan menjadi berharga, bisa dijual, lalu jadi emas.

Dapatkan pemikiran ini membawa ide buat Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: