Tinggalkan komentar

Memahami, apakah kain Tenun itu?

Ternyata tidak semua orang itu paham apa yang dimaksud kain tenun.
Oleh karenanya hampir setiap kali saya mengawali kelas Tekstil di awal semester, atau di saat saya menyampaikan pelatihan tentang Pengetahuan Bahan Tekstil di beberapa kesempatan, saya menyiapkan antara 5 sampai enam potongan kain untuk di tebak oleh semua peserta. Mana yang menurut Anda kain tenun.
Ke enam kain yang saya siapkan itu meliputi “Blaco/ kain batik/ denim (bahan jean)/ kain satyn/ tenun ikat sumba/ kain lurik”. Dari kertas jawaban rata-rata mereka memilih Kain tenun ikat sumba, atau ada juga yang memilih Kain lurik. Bagaimana menurut Anda?
Padahal semua kain yang saya tunjukkan itu adalah kain tenun. Walaupun ada yang “berani protes”, lho pak, kan itu jelas2 kain batik, ini kain jean.
Nah saya bilang, untuk itulah Anda semua perlu mempelajari pengetahuan tentang bahan tekstil.
Apakah yang dimaksud dengan kain tenun itu? Kain tenun adalah kain yang proses pembuatannya dari bahan benang lalu di tenun. Cirinya kain tenun itu terdiri dari anyaman/ persilangan benang membujur kearah panjang kain (biasanya disebut arah serat kain), namanya benang LUSI (jangan Lungsi yaa). Bahasa Inggrisnya Warp. Dengan benang yang arahnya melintang kearah lebar kain, disebut benang PAKAN. Bahasa Inggrisnya Weft.
Jadi Blaco/ mori bahan batik itu kain tenun. Bahan celana Jean yang namanya kain denim itu juga ditenun. Kain dengan anyaman satyn yang mengkilap itu juga di tenun. Apalagi kain lurik, kain tenun ikat dari manapun itu juga di tenun.
Ada tiga cara pembuatan kain yang paling umum (ada juga yang lain, tapi gak begitu umum), yaitu dengan cara menenun, hasilnya disebut KAIN TENUN, yang kedua dengan cara di rajut, hasilnya disebut kain rajut. Yang ketiga adalah cara pembuatan kain dengan cara tanpa tenun alias NON WOVEN.
Kain tenun itu merupakan anyaman antara benang lusi dan pakan, sedang kain rajut itu proses pembuatannya dengan cara membuat jeratan/ jalinan sebuah atau selembar benang saja sehingga membentuk kain. Pada proses secara mesin, jumlah benangnya tidak hanya satu tapi banyak. Masing-masing benang di rajut oleh sebuah jarum rajut yang bekerja bersama-sama.
Nah, kalau kain NON WOVEN (Non woven fabric) itu bahannya serat tekstil yang dikempa alias di press dengan suhu tinggi sehingga membentuk lembaran. Selain dikempa, serat tekstil yang di carding langsung dijahit dengan ratusan jarum selebar kain, sehingga kekuatan kain tersebut terletak pada jumlah jahitan. Bentuk non woven fabric yang lain, adalah berbahan non serat, melainkan bahan sintetis yang dipanaskan lalu di cetak sebagai sebuah lembaran (sheet). Jenis ini harganya lebih murah dan kekuatannya lebih rendah.
Lebih lanjut Postingan berikut tentang Tenun Tradisional Nusantara

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: