Tinggalkan komentar

Penelusuran Asal Mula Batik Part 1

PENELUSURAN ASAL BATIK DENGAN MENGHUBUNGKAN BENANG MERAH ANTARA CATATAN SEJARAH, DONGENG PANJI DAN LEGENDA DAERAH – catatan 1

Mengenal Kosa kata Batik

oleh

Adi Kusrianto

(Pengamat/ kurator batik/ penulis buku batik/bukan perajin batik/Bukan anggota Asosiasi Batik)

Dimulai dengan memahami kata batik, apakah kosa kata ini adalah kata yang khas dari suku Jawa yang berlaku dalam bahasa Jawa. G.P. Rouffaer dan Dr. H.H. Juynboll mencoba melakukan studi untuk mencari kata batik ini pada suku-suku di sekitar pulau Jawa, hingga suku Dayak, Toraja hingga ke Filipina, Pulau Fiji, kemudian ke Malaya.

Kesimpulannya kosa kata batik dan ambatik adalah berasal dari bahasa Jawa Ngoko, dimana batik (sebagai kata benda) dan ambatik (sebagai kata kerja).

Sedangkan dalam bahasa Jawa Kromo, batik disebut serat, dan ambatik nyerat.

Serat artinya tulisan, sedangkan nyerat artinya menulis.

Dengan demikian batik (serat atau seratan) maksudnya adalah sebuah pola diatas kain yang pembuatannya dengan dituliskan (nyerat).

Kata Batik dan Ambatik diperoleh dua orang penulis diatas dari BABAD SENGKALA Codex 665 dari Legaat-Van der Tuuk di Perpustakaan Universitas Leiden, Legatum Warnerianum, hal. 16. (Kronologis Jawa dari paruh ke-2 abad ke-18, (1673 – 1748[1]). Demikian disimpulkan pada laporannya paling awal.

Catatan Adi Kusrianto, Babad Sengkala juga terdapat di Perpustakaan Universitas Indonesia, Jakarta.

Informasi tersebut jika kita kaitkan dengan manuscrip Jawa Babad Sangkala (1673) dan serat Panji Jayalengkara (1770), pada kedua naskah tersebut diketemukan kata ambatik (Indonesia – membatik) sebagai kata kerja dari Batik. Maka dari riset G.P Rouffear yang menyebutkan temuan Grinsing pada abad ke-12 di Kediri dan manuscrip naskah Panji Jayalengkara (dongeng Panji) pada masa kejayaan Kediri terjalin kecocokan.

Dalam penulisan pada aksara latin, kata Ambatik kadang ditulis Hambatik, karena dalam aksara Jawa tidak ada huruf “A”, yang ada “Ho” menjadi “Ha”, oleh karenanya secara transliterasi bisa saja terjadi kerancuan antara AMBATIK menjadi HAMBATIK. (Adi Kusrianto – WA 0816 545 7187).

***


[1] Dimaksudkan bahwa Babad Sengkala diperkirakan ditulis pada era 1673 – 1748. Sedangkan isi yang diceritakan bisa jadi pada abad-abad sebelumnya.

(Bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: