Tinggalkan komentar

Seorang Entreprenour adalah patriot bagi bangsanya

Seorang yang menjadi pelaku bisnis internasional dituntut memiliki jiwa patriotik dan cinta kepada negaranya. Tanpa dilandasi rasa cinta kepada tanah air maka yang muncul adalah exportir yang semata-mata mencari keuntungan untuk kocek pribadinya dan mengindahkan apakah barang yang diperdagangkan itu membawa keuntungan juga bagi negaranya atau justru merugikan negaranya.

Salah satu contoh, jika seorang eksportir melihat peluang pasar bahwa kayu gelondongan memiliki prospek dengan harga yang bagus, maka ia berusaha dengan segala cara untuk menjadi pengepul kayu illegal, atau justru ia sendiri melakukan praktek illegal lodging. Apa yang ia lakukan tanpa mengindahkan dampaknya bagi pelestarian hutan yang memiliki akibat yang berkepanjangan bahkan menjadikan bencana.

Termasuk juga ekspor rotan mentah kini mulai dibatasi oleh pemerintah, karena mengekspor bahan mentah apalagi dalam jumlah yang banyak akan merugikan industri dalam negeri. Rotan adalah bahan baku bagi pengusaha kerajinan dan meubel didalam negeri, jika dijual dalam bentuk mentah dalam jumlah yang tidak terkendali akan mengakibatkan barang tersebut menjadi langka dan harganya naik. Hal ini akan mematikan para entreprenour yang bergerak dibidang meuble dan kerajinan dari rotan. Jika para pengusaha industri rotan itu tetap eksis dan berkembang, maka sektor ini akan mampu menyerap tenaga kerja serta menghidupkan perekonomian disektor industri tersebut. Jika rotan dijual ke luar negeri dalam bentuk mentah, maka yang berkesempatan mendapat untung hanya eksportir rotan itu sendiri. Masih ada lagi kerugiannya bagi negara. Jika rotan dijual dalam bentuk mentah, devisa yang diterima negara nilainya lebih kecil. Sedangkan jika dijual dalam bentuk hasil kerajinan dan meubel maka harganya jauh lebih tinggi, karena disitu termasuk nilai tambah dari proses produksi dan nilai kreativitas dari pembuatnya, meningkatnya perputaran uang dalam dunia perbankan yang diakibatkan oleh berputarnya roda ekonomi.

Jadi jelas bahwa seorang eksportir, ia tidak sekedar memperdagangkan komoditi yang diperoleh di negeri sendiri untuk dijual ke negeri lain. Ia dituntut pula untuk memiliki kepedulian dan rasa ikut membela tanah air dengan tidak merugikan bagi perekonomian negeri sendiri.

Budhi Wibowo & Adi Kusrianto (“Menembus Pasar Export Siapa Takut?”) Penerbit Elex Media Komputindo 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: