1 Komentar

Saya dan Tipografi

Saya Dan Tipografi/ Adi Kusrianto

Saya bukanlah seorang ahli tipografi. Sungguhpun saya sudah pernah menulis tiga buah buku tentang tipografi (2004, 2006, 2010), masing-masing diterbitkan oleh penerbit berskala nasional. Buku-buku itu dijual di toko-toko buku Gramedia dan toko buku besar lain di kota-kota besar Indonesia[1]. Beberapa kutipan dari buku tipografi itu sempat menarik pembaca untuk dimuat di blog-blog, tulisan ilmiah (skripsi) bahkan dijadikan bahan kuliah oleh beberapa dosen yang mengajar tentang desain grafis (mereka yang cerita sendiri lewat email dan comment di Facebook). Juga saya merasa bangga ketika seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi bergengsi mengangkat naskah saya menjadi bahan praktek pembuatan layout naskah bertopik Tipografi pada skripsinya (rupanya ia bercita-cita ingin menjadi ahli desain layout).

Tunggu dulu, saya bukannya hendak sekedar pamer dan menyombongkan pencapaian itu.

Saya ulangi lagi, bahwa saya merasa bukan seorang ahli tipografi. Tetapi saya sangat menyenangi menggambar huruf. Saya tertarik pada poster-poster dengan huruf yang indah dan keren. Dimasa muda sejak SMA hingga mahasiswa saya tergabung dalam kelompok dekorator, dan saya selalu kebagian tugas membuat huruf-huruf. Setelah dewasa, saya menjadi pengurus sebuah yayasan, ketuanya bilang saya adalah spesialis pembuat undangan (sialan!, ini sungguh penghinaan, padahal saya bisa berbuat lebih dari itu). Mengapa? Karena saya sangat menikmati ketika harus membuat sebuah dokumen yang menarik perhatian orang lain, tidak norak, tetapi merangsang orang untuk membacanya.

Entahlah, saya tidak tahu ilmunya. Tidak tahu teorinya, tetapi saya tertarik. Terlepas dari itu orang bilang tulisan (huruf-huruf) buatan saya bagus. Bisa saja menurut orang-orang itu saja yang memuji sebagai basa-basi, yang lalu lain kali ia minta tolong saya untuk dibuatkan, apa kek… mendesain undangan, sertifikat, dan yang paling sering membuat backdrop panggung. Oh ya, saya pernah dipercaya menulis ijazah akhir sebuah sekolah dengan tulisan tangan saya. Jumlahnya lebih dari 100 ijazah.

Kemudian saya tahu, bahwa ilmu tentang huruf ini namanya tipografi. Itu adik ipar saya yang bilang, kebetulan dia kuliah disebuah fakultas Publisistik (nama waktu itu) dan mendapat pelajaran tentang ilmu grafis dan percetakan. Disitulah istilah tipografi terselip.

Buku tentang tipografi pertama yang saya baca adalah Seri Penunjang Desktop Publishing, Pengantar Tipografi Prinsip Penyusunan Huruf tulisan Erry A Permana, Benny A; Hanafi terbitan Dinastindo Jakarta 1993. Secara tidak langsung buku inilah guru tipografi saya yang pertama.

Kesukaan saya pada tipografi dan tata layout sempat tertuang ketika saya mendapat kesempatan menyusun buku ajar tentang pelajaran Desktop Publishing menggunakan software bernama Ventura untuk bahan mengajar di Scomptec (School of Computer Technology di Jl. Kayun Surabaya). Itu terjadi tahun 1993, lalu disusul buku ajar Adobe PageMaker. Saya juga menjadi pemburu koleksi font. Sumber saya tentu saja High Tech Mall – THR Surabaya. Tahun 90an media penyimpan disket yang berkapasitas sangat kecil itu lah yang ada, dan harganya masih lumayan mahal. Saya harus beli hingga berpuluh-puluh keping sehingga membuat uang jajan saya terkuras. Bayangkan, kalau CorelDRAW versi 6 di tahun 1996an saja harus disimpan dalam 16 keping disket.

Saya masih merasa penasaran pada istilah-istilah pada tipografi, seperti apa arti Garamond, apa arti huruf Gothic itu?. Hal itu membuat saya menggali informasi dari buku-buku tipografi bikinan luar negeri yang saya beli dari Jakarta.

Tahun 2003 akhir setelah saya memutuskan keluar dari profesi sebagai ahli tekstil (kalau ini saya tidak sungkan dibilang ahli, karena saya memang kuliah di bidang tertekstilan dan pengalaman kerja total 26 tahun di bidang tekstil). Lalu total saya mengembangkan kebisaan saya menulis. Disitulah minat saya untuk menulis buku tentang Tipografi bisa saya realisir.

Ha, gara-garanya sederhana sekali. Saat itu buku saya tentang CorelDRAW 9 yang diterbitkan Andi Offset sampulnya menggunakan huruf-huruf yang norak banget..banget..nget, pol (mungkin istilahnya Marissa Haque “kamseupay”). Bagaimana buku saya bisa laku kalau buku tentang desain grafis tetapi perwajahannya tidak menggambarkan image tentang estetika grafis.

Kejengkelan saya saya sampaikan pada Mas Edi S. Mulyanta, yang saat itu menjadi editor saya di Penerbit Andi. Dan akibatnya sungguh diluar dugaan, saya malah diminta datang ke Yogya untuk memberikan pelatihan pada desainer pembuat sampul (dan bahkan sekitar 20an orang staff lain yang diikut sertakan dalam ruang training di lantai 2). Sehari sebelumnya saya bahkan diminta bicara di panggung terbuka di Gedung Wanita Yogya dimana saat itu sedang berlangsung Pameran Buku. Dibuatkan poster yang mempublikasikan event itu dan disebar luas-luas dikalangan pecinta buku dan mahasiswa Yogya.

Mati aku. Inikah hukuman buat orang yang sok tahu. Untung masih cukup waktu untuk mempersiapkan diri. Inilah ilmunya orang kepepet. Jurus langkah seribu. Bukan untuk menghindar, tetapi untuk menghadapi tantangan itu.

Hanya dengan waktu sekitar 2 minggu, saya mempersiapkan materi presentasi saya di Yogya. (Sampai sekarang masih tetap saya simpan karya presentasi bersejarah saya ini).

Penampilan di Gedung Wanita yang didampingi Mas Edi S. Mulyanta berlangsung sukses. Beberapa pertanyaan audience yang terdiri dari para mahasiswa yang kritis berhasil terjawab dengan baik dan memuaskan. Ada satu pertanyaan yang saya tidak bisa menjawab saat itu, apa nama font pada logo American Idol?. Saya bilang saya tidak tahu, karena itu font khusus yang dipesan untuk acara tersebut. Nama fontnya ya American Idol kalee. Hehh..ternyata jawaban ngawur itu benar. Font itu memang namanya “American Idol”.

Dan bisa ditebak, acara di ruang training Andi Offset juga berlangsung lancar. Dari situlah materi dan kumpulan informasi yang saya pelajari untuk menyampaikan presentasi di Yogya saya bukukan. Buku tipografi saya yang pertama berjudul “Tipografi Komputer untuk Desainer Grafis” diterbitkan Penerbit Andi bertahun pembuatan 2004. Buku ini bukan tergolong buku sukses, karena saya bukan dari kalangan kampus yang memiliki mahasiswa yang bisa disuruh membeli. Juga memiliki kesulitan tersendiri saat di display di toko buku. Masalahnya buku ini genre apa? Buku komputer bukan, buku ilmiah bukan. Jadi suka-suka penjaga toko buku mau didisplay di rak bagaian mana. Jadi kalau seseorang yang telah mendengar judulnya, lalu mencari di toko buku (tanpa bantuan komputer lho), dijamin susah. Disamping itu masih jarang orang yang interes pada topik tipografi (panganan opo kuwi…).

Buku ini mulai sampul hingga isi saya desain sendiri.

Tapi okelah, selama hampir 5 tahun buku yang dicetak 4000 eksemplar ini pada laporan penjualan tahun 2012 masih tersisa beberapa puluh eksemplar digudang Yogya. Jelas tidak mungkin cetak ulang. Itulah sebabnya saya menulis kembali informasi yang lebih uptodate berdasarkan ide buku pertama ini. Kali ini judulnya menjadi Pengantar Tipografi, diterbitkan Elex media Komputindo. Agar genrenya jelas, pada sub judul saya menambahkan “untuk pemakai CorelDRAW, InDesign, Illustrator dan Photoshop”. Tujuannya sudah jelas, agar penjaga toko buku mudah mengelompokkan buku ini di bagian rak buku komputer.

Pada buku ini saya turut membahas tentang 100 Font Terbaik sepanjang masa, disertai contoh typeface dan type familynya. Sungguh edisi yang semakin mengesankan bahwa penulisnya ngerti tipografi. Ini ibarat desertasi saya dibidang tipografi.

Syukurlah, buku ini lebih bisa diterima pembaca. Ukurannya memang bukan best seller, karena pemakai buku tipografi bukan masyarakat umum. Tetapi segmen tertentu saja. Buku inilah yang banyak dikutip, digunakan sebagai acuan materi kuliah. Saya pun bangga bahwa ternyata di perpustakaan kampus tempat saya mengajar (oh ya, sejak 2010 saya sudah jadi dosen lho. Bukan dosen biasa malah, tapi dosen luuaaar biasa dan berkuasa penuh he he he) ternyata buku ini juga ada, dan setelah saya buka di sampul belakang ternyata menurut catatan, buku ini sudah dipinjam beberapa kali. Not bad  lah.

Gambar : Buku saya Pengantar Tipografi dibuat layout untuk bahan Tugas Akhir oleh seorang mahasiswi UPH Jakarta. (hay.. ada apa dengan pak Leonardo Widya, begitu saya sebut namanya kok mahasiswi ini terus ngacir…)

Kembali ke tahun 2006. Buku tipografi saya yang kedua terbit, Judulnya “Huruf Display dengan Komputer dan Manual”, dengan sub judul: “pengenalan dan pemahaman terhadap citarasa bentuk dan penggunaan huruf pada desain grafis”. Buku ini lebih bersifat aplikatif, banyak memuat contoh-contoh komposisi huruf display. Buku ini menuangkan imajinasi saya dimasa muda ketika masih bergabung dalam kelompok dekorator, membuat huruf-huruf yang menonjol, menarik perhatian, yang artistik, elegan, memiliki kontras yang harmonis dan sebagainya.

Saya mendapatkan landasan teori dari banyak buku, tetapi yang paling berpengaruh adalah Robin Wiliam “Non Designer Design Book”, lalu juga ke-“nyenehan” desain-desain dari “Breaking the rules in Graphic Design” karya Supon Phornirunlit (orang Thailand yang tinggal di Amerika). Melalui buku ini saya sempat mengobral kekaguman saya pada desainer huruf favorit saya Roger Dean yang membuat logo group rock Inggris “Yess”. Karya-karyanya sangat mengilhami banyak orang. Termasuk James Cameron ketika membuat film Avatar, ia meminta Roger Dean menggambarkan bentuk hutan khayalan dan mengadopsi “floating jungle” karya Dean kedalam visualisasi film dahsyat tersebut.

Beberapa pembaca menulis e-mail kepada saya menyatakan bahwa buku saya ini membantu dia dalam berkarya dan mengilhami dalam merangkai huruf display. Tahun 2007 ada seorang dosen muda sebuah perguruan tinggi negeri, secara terus terang meminta konsultasi saat akan menyusun SAP untuk mata kuliah tipografi yang diampunya. Subhanallah, jadi saya ini dianggap orang pinter. Dosennya dosen dong (huss,..ngayal, jelas saja bukan, orang hanya nanya karena saya nulis buku, that’s all, itu konsekwensi logis).

Saya menulis lagi tentang tipografi dalam suatu bab di buku Pengantar Desain Komunikasi Visual yang diterbitkan Penerbit Andi. Bab ini saya ini mengangkat kebanggan saya pada sobat saya (teman kost waktu di Yasanpraja, belakang penjara Koblen). Donny Harimurti, saat itu berhasil mengkodingkan huruf Bali sehingga mendapat kode ANSII. (Sekarang Donny bahkan sudah mengkodingkan huruf Ha Na Ca Ra Ka Jawa).

Desain sampul Buku Desain Komunikasi Visual yang di rancangkan oleh Pak Indarsyah Prawiradirjo, kaprodi DKV ITB mbandung. Sampul ini menggunakan foto penyanyi country rock terkenal dari Bandung yang di foto oleh dosen fotografi ITB pak Andika. Wah bangga sekali dapat dukungan penuh dari para akademisi perguruan tinggi terkenal. Apalagi sebagian dari materi ajar mereka diberikan kepada saya untuk melengkapi buku ini. Ada dateri dari pak Indarsjah, mas Leonardo Widya (kaprodi di Cybermedia, Dosen DKV di Mercu Buana, Pelita Harapan dan Trisakti). Kata sambutannya dari Pak Baroto Tavip Indrojarwo, kaprodi DKV, Design Produk Industri ITS Surabaya.

Pada cetakan kedua sampul buku diubah menjadi seperti berikut. Ini desain bikinan saya sendiri seperti halnya dua buku Tipografi yang terdahulu desain sampul dan isinya saya buat sendiri.

Selain itu saya juga menulis buku “Membuat Efek Teks menggunakan CorelDRAW dan Photoshop” (2003) dan “Photoshop Text Effect Next Generation” (2009). Keduanya diterbitkan Elex Media Komputindo, saya tulis bersama partner kerja saya Nurcahyo Bambang Widodo.

Dari segi komersial, topik tentang tipografi bukan tergolong tambang uang. Isteri saya selalu merengut kalau tahu saya menulis tipografi, karena dipastikan royaltinya nggak banyak. Tetapi saya tidak juga jera. Dengan memohon pengertian isteri saya, saya masih berniat menulis kembali topik tentang tipografi.

Biarin, walaupun bukan ahli tipografi, saya akan tetap membantu orang yang kepingin tahu tentang tipografi. Saya ingat betapa hausnya saya pada ilmu pengetahuan tentang huruf ini ketika saya masih muda dulu, dan sulitnya mencari guru yang bisa menginformasikan tentang ilmu tipografi. Sampaikanlah, walaupun hanya satu ayat.

***


[1] Dua buku tipografi saya di toko buku memiliki live cycle antara 2004 hingga 2009, sedang buku ketiga saya yang terbit tahun 2010 hingga tahun 2012 ini masih ada di beberapa toko buku besar. Setidaknya Gramedia online masih mendisplay sampul buku saya.

Iklan

One comment on “Saya dan Tipografi

  1. Wah asik nih, bisa bikin buku, sekarang gue lagi bergulat di tipografi, cuman lebih ke desain huruf, font2 semacem comic sans gitu, asik loh, kebetulan industri font lagi naek di Indonesia, bisa check MyFonts, Da Font, Creative Market, dan lain seterusnya, beberapa type designer lokal ada di daftar font terlaris, di beberapa waktu tertentu. Ya tentunya nunggu giliran juga, soalnya perbulan juga robah2 terus yang ngisi font terlaris.

    Tolong buat buku font, dari software semacem FontLab V, FontLab VII, Font Creator, Glyph, dan lain seterusnya, kayanya bakalan rame, Terus soal best seller lo layak loh jadi best seller, da capek atuh buat buku teh butuh energi berlebih, selaen alesannya nyari uang buat dapur ngebul.

    Tapi hal utama yang mau ane sampein, ada niche desainer font yang lagi naek butuh pertolongan buat dibikinin buku soal merancang typeface, buat font family, cara2 dasar tembuh ke market place yang diawal gue bilang.

    Mungkin komen gue gak tipografi banget, tapi masih satu simpul sama font lah, soalnya layout kan font, ruang kosong, keterbacaan, warna, foto, gambar, illustrasi, dan lain seterusnya diblender jadi tampilan yang enak diliat, tanpa mengurangi seni tata letaknya.

    Bye, ditunggu loh buku soal ngebuat font, hehehe, maksa gini anjis aing nyuruh lo hehehe. Yu bye. Makasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: